KITAB
SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja
Katolik | |
|
43. St. Selestinus I (422-432)
Selestinus lahir di Roma. Ia terpilih menjadi paus pada 10 September 422. Ia memimpin Gereja selama sepuluh tahun. Penganiayaan terhadap orang-orang Kristen tidak membawa akibat yan fatal. Gereja bias dikatakan menang terhadap penganiayaan itu. Meskipun demikian, di dalam tubuh Gereja sendiri terjadi perpecahan karena adanya ajaran sesat dari Nestorius,, seorang imam yang mengajarkan bahwa Maria bukanlah Bunda Allah. Untuk mempertahankan ajaran Gereja yang benar tentang Maria, Selestinus mengundang konsili kedua di Efesus (431)untuk mengutuk ajaran sesat Nestorius itu. Gereja tetap mengakui Maria sebagai Bunda Allah, karena Yesus yang dikandung dan dilahirkannya adalah sungguh Putera Allah. Ajaran sesat lain yang tersebar saat itu ialah keraguan tentang perlunya rahmat untuk mencapai keselamatan. Ajaran-ajaran sesat ini dikecam oleh Selestinus bersama para pemimpin Gereja lainnya. Selestinus mengirim St. Germanus dari Aucerre ke Inggris untuk melawan bidah Pelagianisme. Ia juga mengirim St. Palladius (431) dan St. Patrisius (432) untuk mempertobatkan Irlandia. Ia mengirim surat kepada para uskup Gallia (sekarang Perancis) yang isinya melawan semi-Pelagianisme. Selestinus mendirikan Basilika St. Sabina. Ia wafat pada 27 Juli 432.
|